Sisa Napas yang Melawan

Rambut kian memutih, usia mulai menua

Ingatan pun rapuh, perlahan terkikis luka

Adakah telinga yang bersedia terbuka?

Saat hati ingin bersandar, bercerita tentang duka.

Aku ingin mengeluh pada dunia yang riuh

Namun pada siapa rintihan ini kan berlabuh?

Rasanya percuma, suaraku kian menjauh

Hanya memantul sepi, membuat batin makin rapuh.

Namun, diam bukanlah sebuah pilihan

Aku tak boleh menyerah pada kelelahan

Meski pundak ini penuh dengan beban

Aku harus bangkit menantang hari depan.

Teruslah hidup, wahai diri yang perkasa

Jangan biarkan semangatmu lebur jadi abu dan sisa

Lawanlah lelah, taklukkan segala rasa

Hiduplah terus, melampaui batas usia.

Komentar