Ketika Sebuah Jawaban Dianggap Salah, dan Publik Memilih Bersuara

Hari itu istri saya memberi tahu bahwa ada sebuah postingan di Instagram resmi SMA Negeri 1 Pontianak tentang seorang siswi yang dianggap salah oleh juri dalam sebuah lomba cerdas cermat. Padahal, jika diperhatikan, jawabannya terdengar sama persis dengan peserta lain yang justru dinyatakan benar. Postingan tersebut dapat dilihat pada akun Instagram resmi sekolah di: Instagram SMA Negeri 1 Pontianak Awalnya saya tidak terlalu menghiraukan postingan itu. Saya menganggap hal seperti ini mungkin saja terjadi dalam sebuah perlombaan. Bisa jadi juri salah mendengar di awal jawaban, ada faktor kelelahan, kurang fokus, atau hal-hal lain yang memang tidak terlihat oleh penonton ketika perlombaan berlangsung.

Sisa Napas yang Melawan

Rambut kian memutih, usia mulai menua

Ingatan pun rapuh, perlahan terkikis luka

Adakah telinga yang bersedia terbuka?

Saat hati ingin bersandar, bercerita tentang duka.

Aku ingin mengeluh pada dunia yang riuh

Namun pada siapa rintihan ini kan berlabuh?

Rasanya percuma, suaraku kian menjauh

Hanya memantul sepi, membuat batin makin rapuh.

Namun, diam bukanlah sebuah pilihan

Aku tak boleh menyerah pada kelelahan

Meski pundak ini penuh dengan beban

Aku harus bangkit menantang hari depan.

Teruslah hidup, wahai diri yang perkasa

Jangan biarkan semangatmu lebur jadi abu dan sisa

Lawanlah lelah, taklukkan segala rasa

Hiduplah terus, melampaui batas usia.

Komentar