Menghadiri Pernikahan Muhamamd Reza & Sri Hanifa di Sambas

Kemarin, Minggu, 24 Mei 2026, saya bersama istri, anak laki-laki kami Muzkha Nofrenda, serta ayah dan ibu saya menghadiri undangan pernikahan Muhammad Reza dan Sri Hanifa di Sambas. Sebuah perjalanan keluarga sederhana, namun penuh kehangatan dan kebersamaan.

Pernikahan Muhamamd Reza & Sri Hanifa
Pernikahan Muhamamd Reza & Sri Hanifa

Sehari sebelumnya, Sabtu, 23 Mei 2026, ayah dan ibu saya berangkat dari Kota Pontianak menuju rumah kami di Mempawah. Mereka berangkat sekitar pukul 09.00 pagi dan tiba di rumah sekitar pukul 11.30 siang. Setelah perjalanan yang cukup jauh, tentu mereka beristirahat terlebih dahulu. Sementara itu, kami juga mulai bersiap-siap karena selepas Ashar kami akan melanjutkan perjalanan menuju Pemangkat.

Kali ini, dua anak kami, Orlyn dan Najwa, tidak ikut serta. Mereka harus tetap berada di Mempawah karena ada kegiatan ekstrakurikuler sekolah yang tidak bisa ditinggalkan.

Sekitar pukul 16.00 sore, kami akhirnya berangkat dari Mempawah. Perjalanan berlangsung lancar hingga kami tiba di Singkawang sekitar pukul 17.45. Sebelum melanjutkan perjalanan, kami sempat makan malam di Rumah Makan Haji Aman. Suasana makan malam bersama keluarga terasa hangat dan menyenangkan setelah perjalanan beberapa jam di jalan.

Selesai makan, perjalanan kembali dilanjutkan menuju Pemangkat. Malam semakin larut ketika akhirnya kami tiba di Pemangkat sekitar pukul 20.00 malam. Kami menginap di Hotel Masa untuk beristirahat sebelum menghadiri acara pernikahan keesokan harinya.

Setelah memasukkan barang-barang ke kamar hotel, kami sempat keluar sebentar mencari makanan ringan untuk teman bersantai di kamar. 

Sambil menunggu rasa kantuk datang, saya juga menyempatkan diri bermain Threads dan beberapa pertandingan di game Honor of Kings. Hal-hal kecil seperti itu kadang menjadi bagian sederhana yang membuat perjalanan terasa lebih santai dan menyenangkan. Tidak lama kemudian, rasa lelah setelah perjalanan panjang membuat saya akhirnya tertidur.

Pagi hari di Pemangkat dimulai cukup cepat. Sekitar pukul 05.00 subuh kami sudah bangun dan bersiap-siap. Setelah semuanya siap, kami bergegas menuju rumah Muhammad Reza. Di sana kami sempat sarapan pagi bersama keluarga dan para tamu lainnya.

Bertemu Angah Imam Munandar

Sekitar pukul 07.00 pagi, bersama rombongan sekitar sepuluh mobil, kami berangkat menuju lokasi pelaksanaan ijab kabul di Asrama Haji Sambas. Perjalanan pagi itu terasa penuh semangat dan kebahagiaan karena semua orang datang untuk menyaksikan momen sakral pernikahan.

Acara ijab kabul berlangsung dengan penuh haru. Kebahagiaan terlihat jelas di wajah kedua mempelai dan keluarga mereka. Di beberapa momen, suasana juga dipenuhi isak tangis haru yang begitu mendalam. Saya pun ikut merasakan kebahagiaan itu — sebuah perasaan yang sulit dijelaskan ketika melihat dua insan memulai kehidupan baru dalam ikatan pernikahan.


Selamat untuk Muhammad Reza dan Sri Hanifa. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. Semoga diberikan kebahagiaan, keberkahan, serta keturunan yang saleh dan salehah. Aamiin.

Komentar