Ketika Sebuah Jawaban Dianggap Salah, dan Publik Memilih Bersuara

Hari itu istri saya memberi tahu bahwa ada sebuah postingan di Instagram resmi SMA Negeri 1 Pontianak tentang seorang siswi yang dianggap salah oleh juri dalam sebuah lomba cerdas cermat. Padahal, jika diperhatikan, jawabannya terdengar sama persis dengan peserta lain yang justru dinyatakan benar. Postingan tersebut dapat dilihat pada akun Instagram resmi sekolah di: Instagram SMA Negeri 1 Pontianak Awalnya saya tidak terlalu menghiraukan postingan itu. Saya menganggap hal seperti ini mungkin saja terjadi dalam sebuah perlombaan. Bisa jadi juri salah mendengar di awal jawaban, ada faktor kelelahan, kurang fokus, atau hal-hal lain yang memang tidak terlihat oleh penonton ketika perlombaan berlangsung.

Memilah antara konsumsi Publik dengan Pribadi atau Keluarga

Awalnya kalau nulis blog nggak ada pake mikir ini konsumsi publik atau konsumsi pribadi. asal nulis aja, ngetik aja.. entar bisa bermanfaat bagi orang atau nggak yah nulis dulu. yang penting bisa ada konsen atau isi di blog. begitu.

Tapi seiring waktu berjalan, pernah ada baca selentingan jangan umbar hal-hal (termasuk cerita atau tulisan) pribadi ke social media atau Internet. kecuali utuk orang dekat, katanya. Nah membaca dan berpikir itu, ada benarnya juga sih. Jadi sempat menjaga-jaga untuk posting sesuatu, dipikirkan matang2 dulu, jangan sampai terjadi apa2. maklumlah.. apalagi ada hal UU ITE. tambah mikir keras dulu baru bisa posting sesuatu.

Akibatnya, postingan jadi minim, karena sempat udah buat sesuatu malah tertunda, bahkan nggak jadi posting. apalagi sejak saya mulai pasang endorse (barang atau jasa yang ingin diulas dalam blog saya), saya sebenarnya harus makin sering buat tulisan. karena akan membuat pembaca, traffic dari mesin pencari, blog tidak terlihat kosong atau jarang update. tapi ya itu tadi..., karena harus banyak mikir untuk milah tulisan-tulisan antara hal pribadi maupun publik, jadinya minim tulisan.

Btw, langkah saya membuat khusus subdomain blog di domain utama hernawan.net ini pun sebenarnya langkah saya untuk membagi jenis konten yang akan saya publish. tetapi kenyataan nya, hal itu malah menghilangkan cita2 awal saya ngeblog. tujuan awal ngeblog menjadi absurb. malah sering tulisan2 berita atau news :P tapi yah itu tadi, kepentingan komersial. :)

Komentar