Ketika Sebuah Jawaban Dianggap Salah, dan Publik Memilih Bersuara

Hari itu istri saya memberi tahu bahwa ada sebuah postingan di Instagram resmi SMA Negeri 1 Pontianak tentang seorang siswi yang dianggap salah oleh juri dalam sebuah lomba cerdas cermat. Padahal, jika diperhatikan, jawabannya terdengar sama persis dengan peserta lain yang justru dinyatakan benar. Postingan tersebut dapat dilihat pada akun Instagram resmi sekolah di: Instagram SMA Negeri 1 Pontianak Awalnya saya tidak terlalu menghiraukan postingan itu. Saya menganggap hal seperti ini mungkin saja terjadi dalam sebuah perlombaan. Bisa jadi juri salah mendengar di awal jawaban, ada faktor kelelahan, kurang fokus, atau hal-hal lain yang memang tidak terlihat oleh penonton ketika perlombaan berlangsung.

Menulis itu Seperti mengumpulkan Pasir

Dari hasil blogwalking yang saya lakukan malam ini, saya jadi sedikit sedih, karena hampir dari semua yang saya kunjungi sepi di kolom komentarnya. Ya ya.. termasuk blog saya ini, juga Sepi komentar :P Tapi tak mengapa, kan tujuan menulis bukan itu semata. Banyak hal lain yang menjadi tujuan orang menulis.

Bagi saya, selain sebagai catatan kenangan masa lalu, menulis atau ngeblog bisa juga dijadikan sebagai bahan investasi. Bahan tabungan untuk masa depan. yah.. seperti judul pada postingan saya ini. Menulis itu seperti mengumpulkan pasir. Yup, Pasir kalau di pantai yang kita kumpulkan bisa kita buat mainan kerajaan. atau mungkin pasir sebagai bahan bangunan untuk membuat rumah.

Dari tulisan-tulisan yang kita buat sedikit demi sedikit, dari abjad menjadi kata, kata-kata menjadi kalimat. kalimat-kalimat menjadi paragraf dan seterusnya, lama-lama akan menjadi sebuah maha karya, yang kita nggak tahu nanti akan menjadi apa manfaatnya. minimal, bangunan itu bisa membuat orang lain terinspirasi atas gerakan yang kita bangun.

So.. tetap yakinlah.. atas apa yang kita kita tulis dan kerjakan, pasti akan berdampak baik pada suatu hari nanti. Minimal, kita bisa menunjukkan siapa diri kita, tanpa perlu panjang lebar menceritakan. Karena mereka sudah melihatnya.


*Freddy Hernawan (sampai tulisan ini dibuat) adalah seorang penasihat pada salah satu komunitas blogger, yaitu Blogger Pontianak.

Komentar