Langsung ke konten utama

Menulis itu Seperti mengumpulkan Pasir

Dari hasil blogwalking yang saya lakukan malam ini, saya jadi sedikit sedih, karena hampir dari semua yang saya kunjungi sepi di kolom komentarnya. Ya ya.. termasuk blog saya ini, juga Sepi komentar :P Tapi tak mengapa, kan tujuan menulis bukan itu semata. Banyak hal lain yang menjadi tujuan orang menulis.

Bagi saya, selain sebagai catatan kenangan masa lalu, menulis atau ngeblog bisa juga dijadikan sebagai bahan investasi. Bahan tabungan untuk masa depan. yah.. seperti judul pada postingan saya ini. Menulis itu seperti mengumpulkan pasir. Yup, Pasir kalau di pantai yang kita kumpulkan bisa kita buat mainan kerajaan. atau mungkin pasir sebagai bahan bangunan untuk membuat rumah.

Dari tulisan-tulisan yang kita buat sedikit demi sedikit, dari abjad menjadi kata, kata-kata menjadi kalimat. kalimat-kalimat menjadi paragraf dan seterusnya, lama-lama akan menjadi sebuah maha karya, yang kita nggak tahu nanti akan menjadi apa manfaatnya. minimal, bangunan itu bisa membuat orang lain terinspirasi atas gerakan yang kita bangun.

So.. tetap yakinlah.. atas apa yang kita kita tulis dan kerjakan, pasti akan berdampak baik pada suatu hari nanti. Minimal, kita bisa menunjukkan siapa diri kita, tanpa perlu panjang lebar menceritakan. Karena mereka sudah melihatnya.


*Freddy Hernawan (sampai tulisan ini dibuat) adalah seorang penasihat pada salah satu komunitas blogger, yaitu Blogger Pontianak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jalan2 Ke Pulau Penibung

Hari Sabtu yang lalu kami sekeluarga jalan-jalan ke Pulau Penibung, Mempawah. kesini adalah yang pertama alias perdana. Anak-anak begitu antusias datang ke sini. apalagi najwa, dia pengen sekali berenang katanya, hahaha

dari Mempawah bisa lewat mangrove park, samping makam pahlawan Mempawah. hanya 15.000 ongkos nyebrangnya per orang.

Berikut ini adalah Video cuplikannya:


Dan dibawah sedikit foto dokumentasinya



Peninjauan Lapangan IMB

Hari ini melakukan peninjauan lapangan, ke beberapa lokasi, diantaranya ke Perumahan di Antibar, Mempawah Timur, Ruko di desa Galang, Sungai Pinyuh, dan Rumah Tempat TInggal, di Seliung Dalam, Sungai Pinyuh.